Mengunci Pelajaran Perjalanan



Setelah berjalannya Program SOMA KAS I-III yang dilaksanakan sejak tahun  2015-2017 maka pada tanggal 22 Oktober 2017 lalu, komite dan kepanitiaan Ini resmi diakhiri. Namun tentunya hal ini tidak dihentikan begitu saja, selain mengakhiri jabatan kepanitiaan yang ada tentu saja evaluasi dan usulan bagi kegiatan sejenis di masa mendatang diadakan sebagai bagian dari pertanggungjawaban.

Terdapat beberapa evaluasi penting bagi kepanitiaan. Diantaranya adalah kendala transportasi, adanya ketidaksamaan persepsi, pendamping yang selalu berganti, kurangnya alokasi waktu dalam kegiatan, pendamping yang tidak semuanya mengenali peserta terutama bagi pendamping baru yang belum mengikuti prizes pada SOMA I & II dan langsung mendampingi di SOMA III, Serta kepesertaan yang mengalami penurunan drastis karena pemahaman kesepakatan mengenai kriteria usia yang berbeda.


Masukan bagi kegiatan sejenis yang akan diadakan di masa mendatang diantaranya adalah  penyediaan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tertulis yang dapat ditaati bersama, persiapan yang lebih matang, pendamping yang diseleksi dari awal dan bersedia berkomitmen untuk mendampingi dalam 3 putaran, juga alokasi waktu yang ditambah.

Selama 3 tahun proses pelaksanaan kegiatan tentu pula banyak pelajaran yang sama-sama didapatkan di dalam kepanitiaan SOMA KAS, diantaranya adalah kesetiaan untuk berkomitmen, kesabaran dalam mendidik remaja masa depan gereja KAS, keberanian untuk mendampingi dengan segala kelemahan dan masih banyak lagi. Pelajaran dalam perjalanan SOMA KAS tersebut perlulah dikunci dalam ingatan, supaya bukan hanya peserta saja yang semakin mampu berubah dan diperkaya melalui proses pendidikannya di SOMA. Pendamping pun perlu mensyukuri perjalanan ini sebagai suatu perjalanan misi yang patut dihidupi. 

Selain mengevaluasi dan merefleksikan Kegiatan SOMA KAS, bersamaan dengan ditutupnya kepanitiaan diadakan pula pergantian kepengurusan dan pemberian tanggung jawab dari kepala sekolah SOMA KAS periode 2015-2017 a.n. Victoria Amadea Prayuarsi kepada kepala sekolah SOMA KAS periods 2019-2021 a.n. Stanislaus Triyanto. 
Dengan mengambil jeda pada tahun 2018 yang dimaksudkan sebagai jeda waktu untuk menyusun kembali kurikulum yang akan diterapkan pada kegiatan mendatang.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan rapat pleno Komisi Karya Missioner Keuskupan Agung Semarang yang dibuka oleh R. Yoseph Nugroho Tri Sumartono Pr. yang mengingatkan kembali akan panggilan sebagai misionaris di zaman moderen yang berkerja bagi karya kepausan. Teman-teman perwakilan pengurus KKM dari setiap kevikepan diajak kembali untuk berbangga hati karena hal yang mereka lakukan adalah hal baik dan karya tersebut member ikan kontribusi yang berarti bagi gerak karya kepausan yang ada di Indonesia terkhusus bagi Keuskupan Agung Semarang.  Selanjutnya, Rm. Nugroho juga menyampaikan mengenai alur jadwal kegiatan KKM yang akan dikerjakan di tahun 2018 mendatang. Diantaranya ialah :

  1. Hari Anak Missioner untuk merayakan 175th Sekami yang akan dilaksanakan di Seminari Menengah Mertoyudan (7 Januari 2018)
  2. Pekan Doa se-Dunia
  3. Minggu Panggilan
  4. Jambore Nasional yang akan diadakan di Pontianak (2-6 Juli 2018)
  5. Rencana Pelaksnaan sosialisasi APP dll.

Acara dilanjutkan dengan pelaporan program kerja KKM dari masing-masing Kevikepan dengan menyamakan agenda bagi kegiatan-kegiatan besar. Perwakilan pengurus KKM kevikepan juga memberikan laporan mengenai kegiatan yang sudah terlaksana dan juga membahas jika memungkinkan diadakannya sinergi antar kevikepan jika terdapat program kerja yang sejalan. Selanjutnya terdapat pembahian bagi para pendampking, sebuah buku Surat Untuk Uskupku Tercinta yang merupakan kompilasi Dari surat-surat cinta yang ditulis oleh peserta SOMA secara langsung bagi Bapa Uskupnya, lalu acarapun ditutup dengan doa bersama dan perutusan.

Posting Komentar

0 Komentar